Subscribe Feed

Sumber Daya Professional Dan Tanggung Jawab Bagi Pemerintahan Indonesia


Sumber Daya Professional Dan Tanggung Jawab Bagi Pemerintahan Indonesia
Menilik dari Kontes Design Website Pro - Jasa Design Website dan Blog (www.designwebsitepro.co.cc) dengan kaitannya terhadap artikel Sumber Daya Professional Dan Tanggung Jawab Bagi Pemerintahan Indonesia, maka di artikel tentang sumber daya ini saya akan mencoba menjelaskan tentang bagaimana cara membangun sumber daya manusia agar menjadi sumber daya professional bagi negara Indonesia terutama dibidang pendidikan. Dan apa saja tanggung jawab bagi pemerintahan Indonesia dalam usahanya menjadikan sumber daya manusia menjadi lebih professional.

Adapun artikel tentang sumber daya professional ini akan saya uraikan menjadi beberapa bagian :
  1. Pengertian sumber daya manusia,
  2. Kualitas sumber daya manusia di Indonesia dibidang pendidikan,
  3. Upaya dan Tanggung Jawab yang harus dilakukan Pemerintah dalam membangun sumber daya manusia menjadi Professional.

Pengertian Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia adalah seluruh kemampuan atau potensi penduduk yang berada didalam suatu wilayah tertentu beserta karakteristik, atau ciri demografis, sosial maupun ekonominya yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembangunan.

Sedangkan sumber daya professional itu sendiri dapat diartikan sebagai kemampuan atau potensi penduduk dalam suatu wilayah yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai hal yang lebih signifikan.

Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia Di Bidang Pendidikan

Harapan banyak pihak untuk menyatukan kembali kualitas sumber daya manusia Indonesia dibidang pendidikan dan kebudayaan dalam satu departemen, kecil kemungkinan bisa terwujud. Setidaknya dalam 5 tahun ke depan, pendidikan kemungkinan besar harus berdiri sendiri.

Pendidikan tanpa warna dan roh bangsa. Pendidikan yang lebih berorientasi pada kepintaran siswa semata.

Sekolah misalnya, diarahkan agar berstandar internasional. Sedapat mungkin meraih predikat ISO:9001-2000. Setiap Kabupaten atau kota didorong agar menyiapkan sekurang-kurangnya satu Sekolah Berstandar Internasional (SBI) ditiap jenjang pendidikan.

Boleh-boleh saja jika alasannya untuk memperkuat daya saing siswa di tataran global. Namun yang terjadi kemudian, pendidikan seperti 'disekat-sekat'. Fasilitas pendidikan di SBI lebih lengkap, tetapi biaya pendidikannya jauh lebih mahal sehingga hanya golongan tertentu yang bisa masuk sekolah ini.

Inilah kondisi kualitas sumber daya manusia yang menjadi tantangan saat ini. Dampak kebijakan inipun mulai terasa. Biaya pendidikan semakin sulit terjangkau oleh masyarakat kalangan menengah bawah.
Kalaupun ada pendidikan 'gratis', baru mencakup gratis untuk biaya operasional serta terbatas untuk jenjang SD dan SMP.

Upaya dan Tanggung Jawab yang harus dilakukan Pemerintah dalam membangun sumber daya manusia menjadi Professional

Pemerintah Indonesia tentu tidak menghendaki masyarakat pada masa mendatang hanya sebatas SMP. Sebab kemajuan bangsa ini bergantung pada kualitas sumber daya manusia.
Namun kenyataannya, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sangat lah mahal.

Pemerintah sudah seharusnya menjawab pertanyaan dari banyak kalangan. "Mengapa di saat Orde Baru, yang alokasi anggaran pendidikan tidak sampai 20% dari APBN, biaya pendidikan bisa murah? Kini, setelah 20% anggaran dari APBN untuk biaya pendidikan, mengapa justru pendidikan lebih mahal dan sulit dijangkau?"

Berikut ini beberapa upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam usahanya membangun sumber daya manusia Indonesia menjadi sumber daya yang lebih professional, berdaya saing tinggi, berwawasan iptek, serta bermoral dan berbudaya :
1) Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pendidikan, baik pada tingkat mikro maupun makro.
2) Menciptakan kelembagaan agar daerah mempunyai peranan dan keterlibatan yang lebih besar dalam penyelenggaraan pendidikan.
3) Mendorong peran serta masyarakat termasuk lembaga sosial kemasyarakatan dan dunia usaha sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan dan penyelenggaraan pendidikan.
4) Menyediakan fasilitas yang memadai, agar peserta didik tumbuh dan berkembang secara sehat, dinamis, kreatif dan produktif.
5) Menanamkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sejak dini,
dan lain sebagainya.

Dari berbagai persoalan diatas, hal yang paling mendasar adalah perlunya kejelasan visi pendidikan untuk jangka menengah dan jangka panjang. Perlu kejelasan soal tanggung jawab pemerintah Indonesia serta peran masyarakat dalam pendidikan.
Bagaimanapun bangsa ini akan maju jika kualitas sumber daya manusia lebih professional dan bermutu.

Posting Komentar

7 Komentar