Subscribe Feed

Festival Museum Nusantara


Festival Museum Nusantara

Festival Museum Nusantara, festival yang merupakan ajakan untuk mengenali berbagai museum yang ada di nusantara khususnya museum-museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kampanye Festival Museum Nusantara TMII 2010 ini dipelopori oleh kemuseumyuk[dot]com, dalam rangka menarik kembali minat masyarakat terhadap sejarah-sejarah yang terdapat di museum-museum nusantara Indonesia. Kampanye yang lagi-lagi lumayan unik karena diadakan melalui sebuah kontes SEO yang bertajukkan “Kenali bangsa dengan mengunjungi museum-museum di Taman Mini Indonesia Indah”.

Melalui artikel Festival Museum Nusantara ini, weltop.info juga ingin mengkampanyekan Festival Museum Nusantara TMII 2010 dengan mengajak para pembaca di nusantara untuk bersama-sama mengingat, mengenal dan menarik kembali minat pembaca untuk mengunjungi museum-museum yang ada di TMI. Salah satunya yaitu Museum Indonesia.

Sejarah Museum Indonesia

Gedung Museum Indonesia berarsitektur Bali tiga lantai dikembangkan dari filosofi tri hita karana, yang menjelaskan adanya tiga sumber kebahagiaan manusia, yakni hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan alam.

Museum Indonesia menjalankan fungsinya melalui pameran tetap dengan tiga tema. Lantai I bertema Bhinneka Tunggal Ika, menampilkan pakaian adat dan pakaian pengantin secara lengkap yang meliputi 27 provinsi, sesuai dengan jumlah provinsi di Indonesia pada saat peresmiannya. Koleksi pakaian pengantin dan pakaian adatnya paling lengkap dan tidak dijumpai di museum lain di Indonesia, bahkan di dunia. Pameran keanekaragaman pakaian adat dan pakaian pengantin sekaligus merupakan cermin kemajemukan budaya masyarakat Indonesia, baik dilihat dari sisi agama, pakaian, kesenian, maupun adat istiadatnya.

Pameran di lantai II bertema Manusia dan Lingkungan, menampilkan benda-benda bundaya di lingkungan sekitar yang diwujudkan dalam bentuk rumah tradisional berupa rumah tinggal, rumah ibadat, dan lumbung padi. Bangunan-bangunan tersebut menyesuaikan keadaan lingkungan, misalnya rumah di dataran rendah, di atas pohon, dan di atas sungai. Selain itu juga ditampilkan ruang/bagian rumah, antara lain kamar pengantin Palembang, ruang dalam Jawa Tengah, dan ruang dapur Batak. Benda budaya dan peralatan mata pencaharian yang dipamerkan meliputi alat perikanan, alat berburu dan meramu, alat pertanian, serta upacara-upacara daur hidup (life cycle rites) yang ditampilkan dalam bentuk diorama, meliputi upacara tujuh bulan (mitoni), upacara turun tanah, upacara khitanan, upacara potong gigi (mapedes), upacara penobatan datuk, dan pelaminan Sumatera Barat yang mewakili upacara pernikahan.

Pameran di lantai III bertema Seni dan Kriya, menampilkan hasil seni garapan dan seni ciptaan baru, antara lain aneka kain yang meliputi songket, tenun, dan batik; berbagai benda kerajinan dari bahan logam perak, kuningan, dan tembaga; seni ukir dari bahan kayu gaya Jepara, Bali, Toraja, dan Asmat. Pohon hayat—yang diilhami gunungan dalam pertunjukkan wayang sebagai pembuka, pergantian, dan penutup suatu adegan dalam pertunjukan wayang—berdiri megah setinggi delapan meter dan lebar empat meter, lambang alam semesta yang mengandung unsur udara, air, angin, tanah, dan api. Penempatan Pohon hayat di lantai III sekaligus menutup rangkain cerita atas seluruh tema pameran secara keseluruhan.

Selain pameran tetap, secara berkala Museum Indonesia juga menyelenggarakan pameran dengan tema khusus, antara lain pameran topeng, kain, senjata, dan lukisan yang didukung oleh peragaan yang berkait dengan tema, misalnya peragaan membatik dan menatah wayang.

Menarik bukan museum Indonesia yang ada di TMII ini? Tak salah memang kalau Museum Indonesia saya jadikan objek untuk artikel Festival Museum Nusantara ini.

Selayang Pandang Museum Indonesia 

Agar kampanye Festival Museum Nusantara yang saat ini sedang saya lakukan bisa berhasil, berikut ini saya berikan galeri foto sudut-sudut yang ada di Museum Indonesia, foto-foto dibawah langsung saya ambil dari TamanMini[dot]com



 

 

 

 

 


Pendapat Pembaca Tentang Museum Indonesia

Setelah membaca tentang sejarah museum Indonesia yang ada di TMII dan melihat berbagai sudut pandang yang ada di TMII, bagaimana pendapat kalian?
Saya harap dengan mengenal lebih jauh tentang sejarah museum Indonesia, akan menarik minat pembaca untuk berkunjung kesana. Jadi kan kampanye Festival museum Nusantara yang saya lakukan bisa berhasil, hehe :D.

Atau mungkin ada juga yang tertarik ingin mengkampanyekan festival museum nusantara di blog kalian?


Sumber artikel sejarah Museum Indonesia : Museum Indonesia kemuseumyuk[dot]com

Posting Komentar

6 Komentar

  1. Wah selamat! Ayo berjuang trus... Semoga Juara di Kostes SEO Festival Museum Nusantara! Pokoknya gw dukung dech..!

    BalasHapus
  2. Hebat! SEO nya canggih man.. Keep Fighting Bro.. Sampe jadi pemenang Kontes SEO!.. Good Luck..

    BalasHapus
  3. mantap bos ulasan + fotonya sedap dilihat

    BalasHapus